June 17, 2024

Sidang Perkara Gugatan Eksekusi Pengosongan Rumah Di Tunda Karna Tergugat Dan Turut Tergugat Tidak Menghadiri Persidangan

Jan 18, 2024 #Palembang
banner 468x60

Merdeka45 News| PALEMBANG – Sidang Perkara Pelaksanaan eksekusi pengosongan rumah yang di duga menyalahi aturan dan tidak sesuai SOP digelar di Pengadilan Negeri Palembang kelas IA khusus, pada Senin (08/01/2024) sekitar pukul 10.00 WIB.

Ketua majelis hakim Edy Cahyono SH MH didampingi Agus Pancara SH MH memimpin persidangan. Dengan dihadiri penggugat Tuti Handayani didampingi kuasa hukumnya Jhon Fredi Joniansah SH. Namun pada pelaksanaan sidang tersebut pihak tergugat Ketua Pengadilan Agama dan turut tergugat M Haekal Ichsan, tidak hadir dalam persidangan.

banner 336x280

Mestinya pada pelaksanaan sidang yang di gelar hari ini, semua pihak hadir. Namun, yang tampak menghadiri acara sidang yang di gelar hari ini hanyalah pihak penggugat  saja. Sedangkan pihak tergugat dan turut tergugat tidak hadir. Akhirnya persidangan kita tunda sampai pekan depan.

“Kalau tergugat dan turut tergugat tidak hadir lagi, sidang tetap kita lanjutkan,” tukas ketua majelis hakim.

Advokat Jhon Fredi Joniansah SH selaku kuasa hukum penggugat Tuti Handayani mengatakan kepada  awak media Merdeka News setelah  sidang dilaksanakan bahwa, persidangan kali ini mengagendakan panggilan tergugat Ketua Pengadilan Agama dengan turut tergugat M. Haekal Ichsan, namun mereka tidak hadir hari ini. Karena tergugat dan turut tergugat tidak hadir, maka pengadilan akan melakukan pemanggilan kembali , pada tanggal 17 Januari 2024 mendatang.

Saat ini merupakan panggilan yang keempat untuk Ketua Pengadilan Agama, pada saat panggilan yang ketiga pihak tergugat hanya diwakili oleh panitera. Namun,  sayangnya  panitera yang mewakili tergugat tidak di lengkapi surat kuasa dari tergugat untuk mewakili tergugat agar supaya bisa mengikuti persidangan. Turut tergugat M. Haekal Icahsan juga sampai juga tidak menghadiri  sidang tersebut.

“Nanti jika satu kali lagi tidak hadir, sidang tetap dilanjutkan,” ujar Jhon Fredi.

Dipaparkan Jhon Fredi SH,  perkara ini berawal dari kliennya ibu Tuti Handayani, memiliki sebuah rumah yang dieksekusi pengosongan oleh pihak Pengadilan Agama. Atas perintah turut tergugat M. Haekal Ichsan yang mengajukan permohonan ke Pengadilan Agama, untuk pengajuan eksekusi.

“Tapi SK tergugat Pengadilan Agama ini , tidak jelas isinya, hal inilah yang jadi gugatan kami disini. Rumah klien saya, di Jalan Mayor Zen, Lorong Margoyoso, RT 11/03, Kecamatan Kalidoni, rumah seharga Rp 700 juta hanya dilelang Rp 235 juta, termasuk lelangnya sepihak dan  tidak jelas,” ujarnya kepada awak media Merdeka News.

Bermula klien kami Tuti Handayani pinjam uang Rp. 100 juta di Bank di daerah Simpang Patal. Baru tercover Rp 56 juta, karena usahanya mengalami kesulitan akibat terdampak Covid 19. Namun, Tuti Handayani merasa terkejut karena tiba – tiba  ada orang yang menyatakan bahwa dirinya adalah pemenang lelang atas rumah  miliknya, ujarnya.

Setelah menggugat, pihak Pengadilan Agama sampai dengan tingkat kasasi, tidak ada putusan yang menyatakan dan menguatkan eksekusi. Hanya putusan menolak gugatan saja.

“Namun, tiba – tiba pada tahun 2023 kemarin, ada SK Pengadilan Agama untuk melaksanakan eksekusi atas permintaan turut tergugat. Selanjutnya Terjadilah eksekusi, rumah klien kami dikosongkan paksa,” ujar Jhon Fredi.

Penggugat Tuti Handayani sendiri mengatakan, bahwa agunan itu di tahun 2014 dan habis kreditnya tahun 2018.

Tapi sudah lunas pokoknya yang Rp. 100 juta, tinggal bunganya saja sebesar Rp 56 juta. Masalah bunga tadi mereka tetap bersikukuh, saya mintak sama pihak Bank agar jangan dilelang, dulu karna saya ada itikad baik untuk melakukan pembayaran, namun ternyata tiba – tiba rumah saya sudah dibeli oleh M . Haekal, dia beli tanpa bertemu saya dahulu, tanpa melihat objek bangunan, hanya percaya dengan keterangan orang bank saja, ujar Tuti Handayani.

Dilanjutkan Tuti Handayani, rumahnya dilelang tahun 2020, dan sempat ada peringatan dari bank, bahwa  ia harus bayar uang  sebesar Rp. 56 juta, jika tidak rumah akan dilelang.

Kalau mau jual rumah, harus ada kesepatan bersama beberapa pihak dahulu, dan harga juga harus sesuai  kesepakatan, ya sesuai akad. Rumah seharga Rp. 700 juta, kenapa hanya dilelang Rp 235 juta saja.

Karena M. Haekal Ichsan mengajukan eksekusi ke Pengadilan Agama, hal  itulah yang kami gugat, sebab kami masih sedang ada upaya hukum, punkasnya.

Tuti Handayani sendiri berharap, agar rumah miliknya bisa kembali, dan proses hukum tetap jalan, karena pengadilan agama sudah menyalahi prosedur.

Fiddin

banner 336x280

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *