March 3, 2024

Pembuktian Diri Afifan Tepis Stigma Negatif Mahasiswa Mandiri Hanya Modal Uang

Foto : Mhd Afifan Aly Rahman Saragih
banner 468x60

Merdeka45 News| Medan – Memiliki kemampuan dalam pemrograman, Mhd Afifan Aly Rahman Saragih selalu aktif mengikuti banyak perlombaan dan kegiatan untuk tetap mengasah kemampuannya. Sosok yang biasa disapa Afif ini merupakan mahasiswa tahun 2020 Program Studi Teknologi Informasi, Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi, Universitas Sumatera Utara.

Afif berhasil mendapatkan beasiswa Vocational School Graduate Academy (VSGA) bagian Junior Web Developer sebanyak dua kali. VSGA merupakan program beasiswa dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) untuk mendukung edukasi pelajar di Indonesia dalam bidang pemrograman.

banner 336x280

Afif memanfaatkan beasiswa ini untuk mengasah kemampuannya untuk membuat karya-karya yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Beberapa karya yang ia buat adalah aplikasi JasaKita yang menyediakan jasa kebersihan, supir, dan servis elektronik.

Selain untuk membantu masyarakat, Afif dan tim ingin membuka lapangan pekerjaan untuk mahasiswa yang membutuhkan uang tambahan dengan melakukan kerja sama dalam JasaKita.

Di balik aktifnya Afif dalam mengukir prestasi dan membuat karya, semangat Afif terbentuk karena sebuah motivasi. Ia ingin menunjukkan pada masyarakat bahwa mahasiswa lulusan jalur mandiri dapat berprestasi seperti anak-anak jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) ataupun jalur Seleksi Bersama Masuk Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

“Banyak pandangan bahwa anak mandiri tidak bisa berprestasi, jadi saya ingin sekali mematahkan pandangan tersebut dengan terus membuat prestasi dan karya,” ungkap Afif.

 

Selain itu, Afif juga menciptakan karya yang memfokuskan target pasar anak-anak kecil, yaitu sebuah proyek yang mendapatkan dukungan penuh dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Proyek tersebut bernama Scolar (Smart Comic Learning berbasis Augmented Reallity).

Pada proyek tersebut, Afif membuat sebuah buku berjudul Mission of Alisa yang berisi tentang edukasi perundungan. Di dalamnya terdapat bentuk-bentuk perundungan yang harus diketahui anak-anak, karena sering sekali anak-anak tidak mengerti bahwa tindakan yang ia lakukan termasuk dalam bentuk perundungan.

Buku ini dikerjakan oleh Afif dengan harapan mengurangi perundungan di kalangan anak-anak. Alasan tersebut sesuai dengan pengalaman Afif yang merupakan korban perundungan sejak usia 8 tahun. Afif sendiri sempat tidak bersemangat karena perundungan yang ia terima.

Tahun demi tahun berlalu, akhirnya ia memutuskan bangkit sejak usia 15 tahun. Afif tidak ingin orang lain menjadi korban perundungan dan merasakan kepahitan yang sama dengan yang ia alami. Usahanya untuk mengurangi tindakan perundungan ia salurkan melalui proyek Scolar tersebut.

 

Afif mengemas buku Mission of Alisa ke dalam bentuk komik berisi 68 halaman. Agar anak-anak dapat dengan mudah memahami edukasi perundungan yang ia berikan, Afif dan tim membuat buku tersebut terintegrasi dengan fitur augmented reallity (AI), sehingga dapat menampilkan efek 3D melalui gawai. Caranya, pembaca hanya perlu memindai barcode yang tersedia di buku melalui aplikasi Scolar di Play Store atau App Store.

Dalam membuat karya-karyanya, seperti aplikasi JasaKita dan buku Mission of Alisa beserta aplikasi Scolar, Afif bekerja bersama teman-temannya yang juga merupakan mahasiswa Universitas Sumatera Utara dari Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi tahun 2020. Sekarang, Afif dan tim masih fokus dalam pengembangan buku mereka yang sudah rilis ke publik.

Selain beasiswa VSGA serta proyek aplikasi JasaKita dan Scolar, Afif juga aktif dalam berbagai kegiatan kampus, seperti menjadi bagian dari Asisten laboratorium Teknologi Informasi (TI) USU. Ia juga pernah mendapatkan beasiswa lain seperti Karya Salemba Empat (KSE) dan memenangkan Juara1 Desain Aplikasi pada ajang MTQM ke-10.

“Pesan saya untuk siswa yang akan melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Pertama ialah, pendidikan itu penting, jadi di mana pun kita kuliah, jangan pernah malu. Karena, ketika kita emas, di mana pun kita berada, kita tetap bisa berkarya apa pun jalurnya. SNBP, SNBT, atau mandiri sekali pun, itu hanya masalah rezeki, kesempatan, dan peluang. Harus ditanamkan dalam diri bahwa usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil. Habiskanlah jatah gagal kita agar di masa kita tinggal menuai kesuksesan,” pesan Afif.

banner 336x280

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *