Diduga SDN 1 Taman Agung Tidak Transparan Dalam Penggunaan Dana BOS

banner 468x60

Merdeka45 News, Ogan Komering Ulu Timur – Pada hari Sabtu 07 Oktober 2023 awak media Merdeka 45 dan salah satu rekanya  berkunjung ke SDN 1 Taman Agung Kecamatan Semendawai Suku III Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Provinsi Sumatera Selatan, dan bertemu langsung dengan Kepala Sekolah Bapak Dawud, S.Pd dan dalam pertemuan tersebut kami selaku media mengkonfirmasi masalah penggunaan dana BOS (Biaya Operasional Sekolah), namun sangat disayangkan Bapak Dawud  selaku Kepala Sekolah tidak bisa menjawab, seolah-olah beliau menutupi masalah penggunaan dana tersebut.

Dan kami juga mempertanyankan pemasangan papan informasi penggunaan dana BOS dan beliau pun tidak bisa menunjukkan, bahkan salah satu dewan guru saat kami tanyakan beliau selama menjadi guru disitu tidak pernah melihat papan penggunaan dana BOS Reguler tersebut.

banner 336x280

Dana BOS Yang Fantastis

Data menunjukan dana BOS yang diterima SDN 01 Taman Agung sangat fantastis dari tahun 2020 sampai dengan 2023 :

  • Tahun 2020

Tahap I            = Rp. 66.690.000,-

Tahap II           = Rp. 88.920.000,-

Tahap III         = Rp. 52.920.000,-

  • Tahun 2021

Tahap I            = Rp. 52.380.000,-

Tahap II           = Rp. 70.200.000,-

Tahap III         = Rp. 60.480.000,-

  • Tahun 2022

Tahap I            = Rp. 60.480.000,-

Tahap II           = Rp. 80.640.000,-

Tahap III         = Rp. 60.480.000,-

  • Tahun 2023

Tahap I            = Rp. 99.900.000,-

Tahap II           = Rp. 99.900.000,-

Dan yang jadi pertanya adalah tentang keuangan pemeliharaan sarana dan prasarana, namun sayang lagi lagi Kepala Sekolah tidak bisa menjawab.

Pelafon Sekolah Yang Rusak

Saat kami meminta izin untuk sosial kontrol untuk melengkapi dokumentasi kami Pak Kepsek mengizinkan, dengan di dampingi salah satu dewan guru, dalam tinjauan kami saat berkeliling di lingkungan Sekolah kami menemukan banyak pelafon yang sudah terlepas, bahkan WC tak terawat dan tidak berfungsi.

Guru Jarang Masuk

Dan yang ironisnya lagi di kelas V (Lima) kami dapatkan anak-anak yang dalam jam mengajar tidak ada dewan guru sehingga anak-anak bermain bebas dalam kelas, kami pun bertanya pada murid-murid tapi anak-anak menjawab dengan kompak bahwa guru yang bernama Pak Pendi dan Pak Koyit jarang masuk, ujar anak-anak, dan kami pun mempertanyakan kebeneran tersebut kepada Kepala Sekolah Bapak Dawud, S.Pd tentang keterangan yang diberikan para murid kelas V tersebut, dan bapak Dawud membenarkan hal tersebut, namun beliau enggan untuk menegur dan memperingati mereka karena beliau mencari aman saja, ujar beliau, padahal diketahui fungsi dari kepala sekolah yakni harus tegas dengan dewan guru yang kurang disiplin apalagi jarang masuk dan mereka PNS dan sudah mendapatkan sertifikasi.

Dalam hal ini kami minta agar inspektorat dan Pihak Dinas untuk lebih jeli dalam pengawasan agar mutu pendidikan di bumi sebiduk sehaluan ini lebih baik.

 

Epa Jaya Endra

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *